Pertolongan Pertama Pada Penderita Hemofilia Bagian 2

Pertolongan Pertama Pada Penderita Hemofilia Bagian 2

Tak Ada Pantangan

sat-jakarta.com – Perawatan penderita hemofilia tidak sampai di situ. Selain replacement therapy, pasien hemofilia juga harus rajin melakukan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gigi serta gusi secara rutin. Pemeriksaan gigi dilakukan minimal setengah tahun sekali.

Hal ini penting dan wajib, karena kalau giginya bermasalah dan harus dicabut, tentunya dapat menimbulkan perdarahan. Selain itu, penderita hemofilia dalam kesehariannya tidak memiliki pantangan apa pun untuk makanan dan minuman, namun asupan gizinya perlu dijaga dengan asupan gizi seimbang supaya berat badannya bisa terjaga dengan baik.

Berat badan berlebih dapat mengakibatkan perdarahan pada sendi-sendi di bagian kaki, terutama pada kasus hemofilia berat. Sebaliknya jika terlalu kurus, maka ototnya tidak bisa menopang sendi dengan baik. Yang harus dihindari adalah penggunaan asam asetil salisilat, karena dapat memperberat perdarahan, dan jangan sembarang mengonsumsi obat-obatan.

Sementara olahraga teratur untuk menjaga kekuatan otot dan sendi sebaiknya rutin dilakukan. Bagusnya olahraga dilakukan atas petunjuk dokter. Untuk menghindari cidera dan perdarahan, penderita hemofilia baiknya menghindari aktivitas serta olahraga kontak ­fisik dan yang high risk ataupun extreme.

Untuk olahraga baiknya melakukan jalan kaki dan berenang. Kalaupun naik sepeda, pastikan anak menggunakan pelindung yang baik, khususnya di bagian sendi dan daerah rawan perdarahan. Misal, di bagian kepala dengan helm, di bagian siku dan lutut dengan decker. Penting diingat, segala risiko, termasuk risiko perdarahan sekecil apa pun harus menjadi perhatian penting pada anak hemo­filia.

Namun, orangtua tidak dibenarkan jika mengungkung anak-anak ini. Biarkan mereka melakukan hal yang disukai seperti anak lainnya selama itu aman baginya dan kita awasi. Tentunya hal ini akan jauh lebih baik jika anak sudah ditanamkan pengertian mengenai kondisinya.

Ini Yang Bisa Dilakukan

Tak hanya perawatan yang perlu diketahui, pertolongan pertama untuk membantu penderita hemofilia pun harus diketahui oleh orang-orang terdekatnya, khususnya kedua orangtuanya. Saat terjadi perdarahan:

  1. Sesegera mungkin atasi perdarahan. Misal, meletakkan kaki atau tangan yang mengalami perdarahan di atas bantal. Jangan menggerakkan sendi yang mengalami perdarahan, apalagi berjalan jika perdarahannya di kaki.
  2. Biarkan selama 5 menit, kemudian angkat kembali. Lakukan berulang-ulang hingga pasien mendapatkan suntikan konsentrat faktor pembekuan. Hal ini dilakukan untuk meredakan rasa sakit dan memperlambat perdarahan.
  3. Gunakan perban elastis untuk membalut persendian yang luka. Tekanan perban tidak perlu terlalu keras/kencang. Hal ini bisa juga dilakukan untuk kasus perdarahan otot.
  4. Letakkan bagian tubuh yang mengalami perdarahan lebih tinggi dari jantung. Hal ini untuk memperlambat keluarnya darah.