Jenis Hemofilia Dari Berat Sampai Ringan

Jenis Hemofilia Dari Berat Sampai Ringan

generasimaju.com – Ada dua jenis hemofilia, yaitu hemofilia A (hemofilia klasik) dan hemofilia B. Hemofilia A terjadi lantaran kekurangan faktor VIII protein di darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. Sementara penderita hemofilia B disebabkan kekurangan faktor IX protein pada darah. Dari kedua jenis hemofilia ini, hemofilia A lebih sering dijumpai daripada hemofilia B.

Meskipun demikian, gejala klinis dari kedua jenis hemofilia ini sama saja. Yaitu: penderita mengalami bengkak dan nyeri sendi akibat perdarahan dalam sendi, lebam-lebam kebiruan. Perdarahan yang sukar berhenti bila terjadi luka atau setelah dikhitan atau cabut gigi. Pada hemofilia berat, gejala dapat terlihat sejak usia sangat dini (kurang dari satu tahun), saat anak mulai belajar merangkak atau berjalan.

Misal, persendian anak bengkak dan nyeri, anak tidak mau merangkak atau berjalan, anak menangis bila sendi yang bengkak disentuh. Muncul lebam kebiruan pada otot lengan dan tungkai tanpa didahului trauma atau benturan yang jelas. Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan.

Malah, terkadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas (secara spontan). Pada hemofilia ringan, umumnya gejala terlihat saat anak dikhitan, gigi tanggal, atau tindakan operasi, yakni darah keluar terus-menerus susah dihentikan. Pun penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olahraga berlebihan.

Apakah Anakku Mengidap Hemofilia

Perdarahan yang biasanya terjadi pada penderita hemofilia adalah di bagian sendi lutut, pergelangan kaki, dan siku. Perdarahan yang sering berulang tanpa ada tindakan medis yang cepat dan memadai dapat merusak tulang rawan dan sendi, sehingga bisa mengakibatkan kerusakan sendi dan kecacatan. Tak hanya di sendi, pada otot pun sering terjadi perdarahan.

Perdarahan otot yang paling serius adalah yang terjadi pada lengan bawah, betis, dan otot panggul (musculus illiopsoas). Perdarahan otot yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan bengkak, nyeri, dan menekan atau bahkan menjepit organ di sekitarnya, seperti saraf dan pembuluh darah. Satu hal yang perlu diwaspadai adalah perdarahan akibat luka di kepala, tenggorokan dan saluran napas, di saluran cerna dan rongga perut.

Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan cepat karena dapat mengancam jiwa. Pastinya, untuk menegakkan diagnosis hemofilia adalah dengan pemeriksaan kadar faktor pembekuan darah, yaitu faktor VIII (hemofilia A) dan faktor IX (hemofilia B). Sayang, hingga saat ini tidak semua laboratorium bisa melakukannya. Pun harganya tidak bisa dibilang murah.