Dana Eksplorasi Diambil dari Komitmen Kerja Pasti

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggunakan dana komitmen kerja pasti (KKP) untuk membiayai kegiatan eksplorasi. Setoran dan ini berasal dari kontraktor minyak dan gas (migas) yang mendapatkan perpanjangan kontrak blok terminasi. Selanjutnya, Kementerian ESDM akan memberikan dana KKP kepada Pertamina untuk mengerjakan blok eksplorasi yang tidak laku dilelang.

Dana Eksplorasi Diambil dari Komitmen Kerja Pasti

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyatakan, dana itu berasal dari kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) yang mendapatkan perpanjangan kontrak. “Istilahnya, Pertamina akan mendapat performance bond. Dari US$ 1,7 miliar, sebesar 10% kami sudah pegang,” katanya, Kamis (20/9). Contoh, jika kontrak Blok Rokan ditandatangani, maka pemerintah bisa memperoleh dana US$ 50 juta yang merupakan 10% dari KKP blok itu sebesar US$ 500 juta.

Djoko yakin, dana tersebut cukup untuk Pertamina melakukan kegiatan eksplorasi berupa survei seismik dan pemboran. “Daripada setor ke kas negara tapi tidak ada eksplorasi, mendingan buat eksplorasi,” imbuh dia. Namun, penugasan kepada Pertamina ini barulah rencana. Sebab, Kementerian ESDM masih mempertimbangkan penerbitan aturan sebagai landasan hukum penugasan ke perusahaan energi pelat merah itu. “Apakah perlu dasar hukum. Kalau perlu, maka akan kami buat peraturan menteri,” ujar Djoko.

Yang jelas, Kementerian ESDM sudah menawarkan 19 blok eksplorasi yang tidak laku dilelang tahun ini ke Pertamina. Tapi, Pertamina memilih opsi melakukan joint study karena ingin memastikan potensi blok itu. Hanya, opsi joint study ini belum memuaskan bagi pemerintah. Soalnya, jika melalui proses tersebut, maka pemerintah mesti melakukan lelang blok migas itu. Pri Agung Rakhmanto, Pendiri Reforminer Institute, menilai, dengan melakukan joint study, justru akan membantu semua pihak dalam menggairahkan iklim investasi di sektor migas. “Identifikasi potensi-potensi migas yang perlu dieksplorasi lebih lanjut di tanah air akan makin terpetakan. Sekaligus bisa menjawab keluhan investor selama ini tentang keterbatasan data,” katanya. Saat ini, Indonesia butuh menemukan lapangan-lapangan migas baru dengan skala cadangan yang besar.